Selasa, 06 Oktober 2015

Chit-chat (lika-liku anime di kehidupanku?)

Anime...
Ah, sampai berjam-jam pun sepertinya aku sanggup bicara tentang anime.

Well... aku tidak tahu apakah aku pantas disebut otaku? /-,-\
Kudengar otaku adalah penggemar budaya jepang, khususnya anime. Yang jelas, aku menonton lebih dari 20 anime (kurasa)

Aku mulai menonton anime sejak kecil. (Apa itu penting?)
Dan anime pertama yang kutonton adalah naruto.

Tapi semakin lama aku mengenal anime dan setelah menonton selama bertahun-tahun, aku tersadar beberapa hal.

Anime sekarang gambarnya tentu lebih bagus. Hampir tidak terlihat lagi goresan-goresan yang mencolok. Jernih... clear... dengan efek yang menakjubkan.
Cerita yang lebih canggih, pemikiran yang lebih keren dan imajinasi yang lebih tinggi. Bahkan aku hampir pingsan karena sangking takjubnya.
Bagaimana cara mereka berpikir? Itu hebat sekali.

Dan bagaimana dengan anime-anime lama?
Menurutku....... menurutku doang sih ini,
Anime lama gambarnya... ya begitulah. Tapi dengan episode yang banyak, old anime lebih memberi kesan. Proses.a lebih bisa diterima dengan baik. Bagaimana cara pencipta menyampaikan pesan gk kerasa dipaksain. Dan tidak monoton pada satu alur, tapi kita tetep bisa ngerti intinya dengan baik.

Dan untuk anime favoriteku di modern line adalah, tokyo ghoul.
Menurutku ceritanya keren. Penyampaian ceritanya cukup baik. Dialognya juga bagus. Dan yang terpenting adalah, tokyo ghoul bisa membawaku dalam suasana. (Jarang sekali da yg seperti itu).
Aku bisa mengambil pesan baik dari sudut negative. Keren.

Anime lama favoriteku adalah naruto!!!
Alasannya adalah...
Meski gambarnya memang old, tapi ukurannya cukup proporsional. Ceritanya gk maksain penonton untuk terbawa suasana.
Proses kehidupannya bener2 ngefeel.
Pesannya disampaikan dengan sederhana. Tapi buat orang sadar.
Tokoh utamanya gk kerasa dipaksa untuk jadi yang paling hebat.
Tokoh utama juga memiliki kekurangan, jadi menurutku itu pilihan yang bagus.

Entah bagaimana, tetep gk ada yang bisa menggantikan naruto di hatiku wkwkwk.

Dan.... Dan..  Dan....
Aku heran kenapa orang2 menganggap anime itu tontonan anak kecil??
Please deh... justru kenyataannya anime lebih banyak ditonton remaja dan dewasa.

Fakta lain anime yang membuatku kesal adalah, semakin kesini, kita semakin jarang lyt anime yg sama sekali gk da hal2 vulgarnya :(
Menjijikkan.
Jadi harus semakin memperkuat iman brayy.

So...  itulah lika-liku anime dalam hidupku, kawan.
Anime yang terus membuatku terpikat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar